Category Archives: Jurnalistik

Home   Jurnalistik

Ilmu Komunikasi Siap Menghadapi Surveilan Akreditasi

  BANDUNG – Jelang kedatangan tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dalam rangka surveilan akreditasi, Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan berbagai persiapan dan pembenahan, Selasa (14/05/2019). Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Darajat Wibawa menuturkan bahwa persiapan untuk melakukan re-akreditasi ini dilakukan selama lima bulan lamanya sejak sebelumnya diberikan nilai akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT). ‘’Surveilan akreditasi ini merupakan kesempatan besar untuk memberikan keyakinan kepada BAN-PT , jika Ilmu Komunikasi telah layak menerima nilai yang lebih besar dari nilai yang sebelumnya telah dikeluarkan,” ujarnya. Ketua Jurusan Humas, Imron Rosyidi menambahkan jika penilaian yang sebelumnya bersifat subjektif diharapkan pada kegiatan surveilan akreditasi […]

Hima Ilmu Jurnalistik Gelar Pentas Seni

“Mahasiswa jurnalistik harus memiliki kompetensi yang multi. Tidak hanya menguasai bidang ilmu jurnalistik, tetapi juga memiliki pengetahuan yang luas tentang seni, terlebih memiliki keahlian dalam dunia seni,” ujar Encep Dulwahab, Ketua Program Studi Ilmu Jurnalistik, dalam sambutannya ketika membuka acara Jurnalistik Performing Art di Teras Cibiru Jalan A.H. Nasution Kota Bandung (Rabu, 1 Mei 2019). “Di dunia kerja nanti tidak hanya dituntut untuk mengembangkan keahliannya dalam jurnalistik, tetapi ketika sudah terbiasa sejak mahasiswa dengan aktivitas lainnya, seperti kemampuan nari, bermain alat musik, itu akan terasa manfaatnya nanti,” ujar Dr. Darajat Wibawa selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi. Acara yang bernuansa lokal jenius, peserta dan panitia menggunakan batik dan pakaian-pakaian khas sunda. […]

Menulis Artikel dan Tajuk Rencana

blog-thumbnail

  Buku dengan judul “Menulis Artikel dan Tajuk Rencana” yang ditulis oleh Drs. AS Harus Sumadiria, M.Si ini, semula hanyalah catatan pengantar yang disampaikan ratusan kali dalam berbagai forum pelatihan jurnalistik dan kehumasan di berbagai kampus serta instansi pemerintah dan swasta di Pulau Jawa. Panjangnya tidak lebih dari lima halama kuarto spasi rangkap. Di beberapa kampus dan di lingkungan ICMI Jawa Barat di Bandung, catatan pengatar itu sudah dijadikan bacaan wajib. Inilah buku paling lengkap di  kelasnya yang membahas teori, teknik, dan kiat menulias artikel dan tajuk rencana konsumsi surat kabar, tabloid, dan majalah. Buku ditulis dengan menggunakan dua pendekatan sekaligus, pendekatan teoritis dan pendekatan praktis. Buku ini bermanfaat terutama […]

Bahasa Jurnalistik

blog-thumbnail

Buku “Bahasa Jurnalistik” merupakan panduan praktis penulis dan jurnalis yang ditulis oleh Drs. AS Haris Sumadiria, M.Si. buku ini adalah buku seri jurnalistik ketiga yang ditulis oleh pria kelahiran Sumedang Jawa Barat. Buku pertama, “Menulis Artikel dan Tajuk Rencana” pada Oktober 2004, dan buku kedua “Jurnalistik Indonesia, Menulis Berita dan Feature (Maret 2005). Dalam buku ini, pembaca diajak meluangkan waktu, bertamasya ke objek-objek dunia bahasa jurnalistik, seprti mengenai arti dan fungsi bahasa jurnalistik serta bercanda dengan kata-kata dan diksi jurnalistik. Pembaca belajar menyelami karakteristik kalimat jurnalistik, dan rehat sejenak kuis tentang ejaan dalam bahasa jurnalistik, dan kursus singkat penulisan naskah berita radio dan telvisi. Setelah itu pembaca dapa tmencoba berbagai […]

Masa Depan Wartawan Cetak, Jurnalis Foto, dan Penyiar

Oleh ASM. Romli Wahai para ibu, jangan biarkan bayi Anda berkembang menjadi reporter suratkabar. Atau penebang kayu, atau petugas pemadan kebakaran. (Mamas, don’t let your babies grow up to be newspaper reporters. Or lumberjacks, or firefighters). Kalimat itu menjadi lead CNBC dalam The best and worst jobs of 2015 merujuk pada tiga jenis profesi terburuk di antara 10 pekerjaan paling buruk tahun 2015. Menurut data situs CarieerCast.com, wartawan media cetak menempati posisi 200 dalam daftar pekerjaan terbaik 2015 dan menjadi pekerjaan terburuk jika peringkatnya diurut dari bawah. Peringkat profesi terbaik-terburuk 2015 itu disusun berdasarkan sejumlah faktor atau tolak ukur, termasuk lingkngan kerja, risiko, penghasilan (gaji), dan tingkat “tekanan” (stress). Daftar […]