Category Archives: Opini

Home   Opini

Kilau Media Online dan Senjakala Media Cetak

Kehadiran dan perkembangan pesat media online bukan hanya mengancam eksistensi media cetak, melainkan memang sudah benar-benar membunuh sebagian koran (suratkabar). Terbaru, di Indonesia, koran Sinar Harapan yang tutup awal 2016 menjadi “korban” terkini. Media Online, yakni situs-situs berita dan media sosial, menjadi sumber utama informasi aktual dan bahkan informasi “apa pun” yang dibutuhkan masyarakat. Media online juga menjadi target pengiklan sehingga “jatah iklan” media cetak tersedot ke sana. Terancam matinya media-media cetak oleh media online diistilahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sebagai “senjakala media cetak”. “Media online kini telah makin berkembang di masyarakat. Lewat internet, mereka tak hanya merebut minat pembaca, namun juga pengiklan media cetak. Inilah yang kita sadari […]

Jadi Wartawan Harus Kuliah Jurusan Jurnalistik

Untuk jadi wartawan memang tidak harus kuliah jurnalistik. Namun, sarjana jurnalistik akan menjadi wartawan yang jauh lebih baik, lebih profesional, dan lebih beretika. Catatan: ASM. Romli. “Haruskah Kuliah Jurnalistik untuk Jadi Wartawan?” atau “Untuk jadi wartawan, mestikah kuliah jurusan jurnalistik?” adalah pertanyaan “klasik”. Banyak mahasiswa jurusan jurnalistik jadi “galau” dengan adanya pertanyaan tersebut. Mungkin banyak juga lulusan SMA yang membatalkan niatnya daftar di Jurusan Komunikasi Jurnalistik. Pertanyaan “Haruskah Kuliah Jurnalistik untuk Jadi Wartawan?” muncul karena empat hal berikut ini: Banyak wartawan yang bukan sarjana jurnalistik bahkan tidak pernah duduk di bangku kuliah sama sekali. Perusahaan media atau lembaga pers, saat membuka lowongan kerja wartawan, umumnya menyebutkan “Sarjana S1 Semua Jurusan”, […]

Masa Depan Sarjana llmu Komunikasi

MASA depan mahasiswa lulusan atau sarjana ilmu komunikasi sudah dikemukakan dalam posting Prospek & Orientasi Karier Lulusan Jurusan Komunikasi. Disebutkan, lulusan Ilmu Komunikasi (Program Studi Jurnalistik & Program Studi Humas) banyak dibutuhkan oleh berbagai instansi dan perusahaan, khususnya industri media massa, seperti televisi, surat kabar, radio, dan media online. Posisi-posisi itu antara lain sebagai wartawan, reporter, presenter, script writer, dan fotografer. Para lulusan Humas juga tengah dibutuhkan berbagai perusahan dan lembaga pemerintahan, baik sebagai praktisi kehumasan, public relations officer (PRO), negosiator (lobiest), maupun diplomat dan social media manager. Posisi-posisi penting yang menantinya para lulusan Komunikasi Jurnalistik di antaranya sebagai ilmuwan (dosen, peneliti, dan analis), praktisi media (wartawan, reporter, editor, redaktur, kolomnis, penyiar radio, presenter […]

Masa Depan Wartawan Cetak, Jurnalis Foto, dan Penyiar

Oleh ASM. Romli Wahai para ibu, jangan biarkan bayi Anda berkembang menjadi reporter suratkabar. Atau penebang kayu, atau petugas pemadan kebakaran. (Mamas, don’t let your babies grow up to be newspaper reporters. Or lumberjacks, or firefighters). Kalimat itu menjadi lead CNBC dalam The best and worst jobs of 2015 merujuk pada tiga jenis profesi terburuk di antara 10 pekerjaan paling buruk tahun 2015. Menurut data situs CarieerCast.com, wartawan media cetak menempati posisi 200 dalam daftar pekerjaan terbaik 2015 dan menjadi pekerjaan terburuk jika peringkatnya diurut dari bawah. Peringkat profesi terbaik-terburuk 2015 itu disusun berdasarkan sejumlah faktor atau tolak ukur, termasuk lingkngan kerja, risiko, penghasilan (gaji), dan tingkat “tekanan” (stress). Daftar […]

Setelah Lulus, Masihkah Mahasiswa Hormati Dosennya?

Setelah Lulus, Masihkah Mahasiswa Hormati Dosennya? Pertanyaan ini muncul setalah ada (mungkin banyak) kasus mahasiswa hanya hormat saat masih duduk di bangku kuliah alias belum lulus. Setelah jadi sarjana, bahkan mendapatkan pekerjaan atau profesi yang “lebih tinggi” dari profesi dosen, mahasiswa merasa “lebih” pula. Bahkan, tidak jarang, setelah lulus itu, sang mahasiswa yang kini bergelar sarjana itu, “menjelek-jelekkan” almamater dan/atau dosennya di luar sana. Insya Allah, alumni UIN Bandung, wabilkhusus alumni Komunikasi UIN SGD Bandung, tidak akan demikian. Di UIN Komunikasi UIN Bandung, diterapkan sebuah sistem dan kurikulum yang diharapkan mampu membentuk karakter komunkator profesional atau praktisi dan akademisi komunikasi yang berakhlak mulia, membela nama baik Islam, nama baik orangtua, […]