Home   Jurnalistik   Jurnalisme Twitter

Jurnalisme Twitter
jurnalisme twitter

“Farhat Abbas Sindir Wali Kota Bandung di Twitter”. Demikian judul berita tempo.co, Rabu (20/11/2013). Isi berita sepenuhnya mengutip dari twitter tanpa konfirmasi, cek dan cek ulang. ataupun klarifikasi dan penambahan dengan wawancara dengan narasumber (pemilik akun).

“Farhat Abbas kembali melancarkan kritik. Kali ini, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjadi sasaran celotehannya di akun jejaring sosial Twitter. Pengacara yang juga suami dari artis penyanyi Nia Daniati itu mempermasalahkan rencana memberikan fasilitas Wi-Fi–jaringan internet gratis–di masjid di Bandung,” demikian lead beritanya.

Berita di atas adalah salah satu contoh “jurnalisme twitter” (twitter journalism), yakni proses jurnalistik yang menjadikan twitter sebagai sumber berita. Masih banyak contoh lain berita yang bersumber sepenuhnya dari twitter, termasuk kasus Farhat Ababs vs Al (anak Ahmad Dhani).

Berita-berita yang masuk kategori jurnalisme twitter juga bisa kita temukan di detikSport, misalnya “Andik Berlabuh di Klub Malaysia“dan “Rio Ferdinand Ikut Komentari Banjir Jakarta“.

Jurnalisme Twitter bisa dikatakan jenis jurnalisme baru seiring kemunculan dan perkembangan media sosial twitter yang kerap disebut “microblogging”. Para selebritas, pejabat, tokoh, artis, pesepakbola dunia, dan “news maker” lainnya bisa menjadi berita ketika mereka mengupdate status atau berkicau di twitter.

Jurnalisme twitter membutuhkan syarat utama wartawan memiliki akun twitter, follow “news makers”, dan aktif “riset data online”. Hal ini mengindikasikan juga para mahasiswa jurnalistik harus mulai aktif di jejaring sosial twitter dan “berlatih” menulis berita dengan bersumberkan twitter.

Bukan saja twitter selebritas atau tokoh yang bisa menjadi sumber berita. Update status atau informasi dari “orang biasa pun” bisa menjadi sumber berita, setidaknya jadi “breaking news”, ketika mereka menyebarkan informasi tentang sebuah peristiwa penting, seperti kecelakaan pesawat dan sebagainya.

Demikian juga akun twitter instansi atau perusahaan bisa menjadi sumber berita. (ASM. Romli, Dosen Praktisi Jurusan Komunikasi UIN SGD Bandung, www.romeltea.com).*

Share Button
(Visited 78 times, 1 visits today)

Related Post

Comments are closed.