Home   Mata Kuliah   Jurnalistik Radio – Mata Kuliah Kompetensi Utama

Jurnalistik Radio – Mata Kuliah Kompetensi Utama
jurnalistik radio_broadcast journalism

Oleh ASM. Romli

Jurnalistik Radio termasuk Mata Kuliah Kompetensi Utama bagi mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Program Studi Jurnalistik UIN SGD Bandung (lihat Kurikulum). Artinya, sebagaimana 44 mata kuliah lainnya, mata kuliah Jurnalistik Radio –sering diseingkat “Juro” oleh mahasiswa– merupakan mata kuliah yang wajib “diseriusi” oleh mahasiswa jurnalistik.

Sebagai dosen luar biasa, dosen praktisi, atau “dosen profesional” (maksudnya: dosen dari kalangan praktisi-profesional) alias “dosen hononer” (bukan dosen tetap/PNS) yang membina/mengajar mata kuliah Jurnalistik Radio, saya menargetkan setelah mahasiswa mengikuti mata kuliah ini setidaknya memahami jurnalistik radio dan menguasai keterampilan dasar (basic skill) jurnalistik radio –yakni menulis berita radio (radio news writing) dan menyajikannya (radio news presenting) baik secara langsung (live reporting) maupun menyajikan berita di studio (news reading).

Karena itu, setelah memberikan materi awal perkuliahan berupa pengertian, karakteristik, produk, dan program jurnalistik radio (news program), saya memberikan dasar-dasar siaran radio (basic announcing) berupa pemahaman dunia radio, olah vokal/teknik vokal dan pernapasan, serta latihan siaran radio, khususnya siaran berita —opening, closing, plus tune in dan tune out.

Dasar-Dasar Siaran Radio saya berikan dalam mata kuliah jurnalistik radio karena reporter radio atau penyaji berita radio hakikatnya penyiar juga. Bedanya, ia khusus menyiarkan berita atau membawakan program berita.

Saya menugaskan para mahasiswa memiliki buku catatan khusus untuk diisi dengan naskah berita radio yang mereka tulis sendiri, dengan format atau gaya penulisan naskah berita radio, baik berita hasil liputan sendiri maupun mengutip dari suratkabar atau situs berita.

Buku catatan itu wajib diisi berita setiap kali kuliah atau pertemuan kelas. Perkuliahan pun diawali dengan praktik penyajian berita berupa news reading. Jika dinilai sudak OK, maka perkuliahan selanjutnya tidak lagi di kelas, melainkan langsung di ruang siaran (studio) Radio Kampus Mandalla FM.

Jika mahasiswa sudah menguasai ilmu dan keterampilan jurnalistik radio, insya Allah saya jamin mereka pun akan mudah menguasai ilmu dan keterampilan Broadcast Journalism lainnya, yaitu jurnalistik televisi.

Dengan demikian, berbekal ilmu dan keterampilan yang didapat di perkuliahan Jurnalistik Radio dan Jurnalistik Televisi, mahasiswa akan “siap pakai” di dunia broadcasting, mulai dari sebagai reporter, penulis naskah (script writer), penyunting berita (news editor), produser, “jangkar berita” (news anchor), hingga Direktur Pemberitaan (News Director) atau Pemimpin Redaksi sebuah radio/televisi. Wasalam. (ASM. Romli, Dosen Luar Biasa Jurusan Ilmu Komunikasi UIN SGD Bandung. Blog: www.romeltea.com).*

Share Button
(Visited 25 times, 1 visits today)

Related Post

One Comment so far:

  1. afifah says:

    assalamualaikum. boleh tanya tentang jurusan ini gx.
    saya berminat pengen masuk jurusan ini.tapi bimbang tentang prospek kedepannya giman.tolong bantuannya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *