Home   Kajian   Kode Etik Jurnalistik Islami

Kode Etik Jurnalistik Islami
jurnalistik dakwah

Yang dimaksud dengan istilah “Kode Etik Jurnalistik Islami” adalah kode etik pemberitaan yang sesuai dengan atau berlandaskan nilai-nilai Islam. 

Berikut ini Kode Etik Jurnalistik Islami yang harus menjadi pedoman bagi para jurnalis Muslim.

  1. Tidak mengandung dusta atau manipulasi data (Q.S. 22:30).
  2. Meneliti secara cermat (cek dan ricek) kebenaran informasi yang disampaikan dan melakukan konfirmasi serta klarifikasi (tabayun) kepada pihak terkait (Q.S. 49:6) sebelum menyiarkannya.
  3. Menghindari olok-olok, penghinaan, ejekan, atau caci-maki sehingga menumbuhkan permusuhan dan kebencian (Q.S. 49:11).
  4. Menghindari prasangka buruk (suuzhan) atau memegang teguh “asas praduga tak bersalah” karena sebagian prasangka itu dosa (Q.S.49:12).
  5. Tidak mengandung unsur memata-matai atau mencari-cari kesalahan orang lain (Q.S. 49:12).
  6. Menghindari pemberitaan hal-hal yang menjurus pada meruncingnya perbedaan pendapat (khilafiyah) sehingga memecah-belah umat Islam.
  7. Berita baik atau tentang kebaikan diarahkan kepada ajakan untuk mengikutinya (‘amar ma’ruf) dan berita buruk atau kejelekan diarahkan pada pencegahan (nanyi munkar). Wallahu a’lam. (Sumber: Jurnalistik Dakwah, Rosdakarya, Bandung, 2001, karya Asep Syamsul M. Romli).*
Share Button
(Visited 36 times, 1 visits today)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *