Home   Berita   Perubahan Sikap Sebagai Wujud Keberhasilan Komunikasi Persuasif

Perubahan Sikap Sebagai Wujud Keberhasilan Komunikasi Persuasif

Peserta diskusi berbahasa Inggris di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, Selasa (30/4)

Komunikasi persuasif memiliki peran yang sangat penting dalam setiap aktivitas Public Relations. Bahkan begitu pentingnya peran  komunikasi persuasif, sehingga aktivitas Public Relations akan lumpuh jika tidak menguasai komunikasi persuasif.

Demikian salah satu poin penting yang mengemuka dalam diskusi berbahasa Inggris, yang dilaksanakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, di Lantai III Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, Selasa (30/4).

Bertindak sebagai narasumber dalam acara diskusi tersebut Dr. Imron Rosyidi,M.Si.,yang menyampaikan materi diskusi berjudul Persuasive Communication in Public Relations Context.  Diskusi yang dipandu Marlida Maulidawati, S.Sos ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (Hubungan Masyarakat dan Jurnalistik) maupun luar Jurusan Ilmu Komunikasi.

Menurut Imron komunikasi persuasif tidak sekedar menyampaikan informasi kepada audiens untuk menumbuhkan pemahaman mengenai sesuatu masalah, tetapi terdapat aspek membujuk, merayu dan meyakinkan kepada audiens agar bisa mengubah sikap dan perilaku. Ciri khas komunikasi persuasive tersebut tentu saja selaras dengan aktivitas yang perlu dilakukan oleh seorang public relations saat melaksanakan tugasnya.

“Oleh karena itu, seorang public relations officer sangat diperlukan untuk memiliki keahlian dan kemampuan untuk mengimplementasikan teori dan konsep serta metode komunikasi persuasif dalam menjalankan tugas-tugasnya ,” ujar Ketua Bidang Studi Ilmu Humas Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Bandung ini.

Lebih jauh Imron mengatakan, ketercapaian komunikasi persuasif yang dilakukan oleh public relations officer yakni adanya kedasaran dari audiens untuk mengubah sikap, pendapat dan perilakunya dengan ditunjang adanya keselasaran antara penggunaan komunikasi secara verbal maupun non verbal.

Alumni S3 Komunikasi Unpad ini menambahkan, komunikasi persuasif selain merupakan aspek penting dalam public relations juga menjadi core dari ilmu dakwah yang memuat aspek dasar berupa kegiatan membujuk, mengajak dan mempengaruhi audiens agar terjadi perubahan pada diri audiens dari situasi yang kurang baik menjadi lebih baik lagi.

Diskusi dalam berbahasa Inggris yang dilakukan secara rutin setiap Hari Selasa oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung ini, sudah berjalan sejak empat tahun lalu.

“Melalui kegiatan diskusi berbahasa Inggris ini, para dosen di lingkungan Fakultas Dakwah dan komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, khususnya di Jurusan Ilmu Komunikasi dapat lebih meningkatkan pemahaman dalam bidang Ilmu Komunikasi, dan melatih dapat melatih kemampuan berbahasa Inggris,” ungkap Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, Dr.H. Darajat Wibawa, M.Si.

Menurut Darajat, narasumber dalam diskusi berbahasa Inggris tersebut bisa berasal dari pengelola jurusan, Fakutas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, atau dari luar yang sengaja di undang.

Share Button
(Visited 60 times, 1 visits today)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *