Tag Archives: jurnalistik

Home   Tag : jurnalistik

Jadi Wartawan Harus Kuliah Jurusan Jurnalistik

Untuk jadi wartawan memang tidak harus kuliah jurnalistik. Namun, sarjana jurnalistik akan menjadi wartawan yang jauh lebih baik, lebih profesional, dan lebih beretika. Catatan: ASM. Romli. “Haruskah Kuliah Jurnalistik untuk Jadi Wartawan?” atau “Untuk jadi wartawan, mestikah kuliah jurusan jurnalistik?” adalah pertanyaan “klasik”. Banyak mahasiswa jurusan jurnalistik jadi “galau” dengan adanya pertanyaan tersebut. Mungkin banyak juga lulusan SMA yang membatalkan niatnya daftar di Jurusan Komunikasi Jurnalistik. Pertanyaan “Haruskah Kuliah Jurnalistik untuk Jadi Wartawan?” muncul karena empat hal berikut ini: Banyak wartawan yang bukan sarjana jurnalistik bahkan tidak pernah duduk di bangku kuliah sama sekali. Perusahaan media atau lembaga pers, saat membuka lowongan kerja wartawan, umumnya menyebutkan “Sarjana S1 Semua Jurusan”, […]

Masa Depan Sarjana llmu Komunikasi

MASA depan mahasiswa lulusan atau sarjana ilmu komunikasi sudah dikemukakan dalam posting Prospek & Orientasi Karier Lulusan Jurusan Komunikasi. Disebutkan, lulusan Ilmu Komunikasi (Program Studi Jurnalistik & Program Studi Humas) banyak dibutuhkan oleh berbagai instansi dan perusahaan, khususnya industri media massa, seperti televisi, surat kabar, radio, dan media online. Posisi-posisi itu antara lain sebagai wartawan, reporter, presenter, script writer, dan fotografer. Para lulusan Humas juga tengah dibutuhkan berbagai perusahan dan lembaga pemerintahan, baik sebagai praktisi kehumasan, public relations officer (PRO), negosiator (lobiest), maupun diplomat dan social media manager. Posisi-posisi penting yang menantinya para lulusan Komunikasi Jurnalistik di antaranya sebagai ilmuwan (dosen, peneliti, dan analis), praktisi media (wartawan, reporter, editor, redaktur, kolomnis, penyiar radio, presenter […]

Masa Depan Wartawan Cetak, Jurnalis Foto, dan Penyiar

Oleh ASM. Romli Wahai para ibu, jangan biarkan bayi Anda berkembang menjadi reporter suratkabar. Atau penebang kayu, atau petugas pemadan kebakaran. (Mamas, don’t let your babies grow up to be newspaper reporters. Or lumberjacks, or firefighters). Kalimat itu menjadi lead CNBC dalam The best and worst jobs of 2015 merujuk pada tiga jenis profesi terburuk di antara 10 pekerjaan paling buruk tahun 2015. Menurut data situs CarieerCast.com, wartawan media cetak menempati posisi 200 dalam daftar pekerjaan terbaik 2015 dan menjadi pekerjaan terburuk jika peringkatnya diurut dari bawah. Peringkat profesi terbaik-terburuk 2015 itu disusun berdasarkan sejumlah faktor atau tolak ukur, termasuk lingkngan kerja, risiko, penghasilan (gaji), dan tingkat “tekanan” (stress). Daftar […]

Masa Depan Jurnalistik dan Wartawan Masa Depan

Masa depan jurnalistik tidak hanya di lembaga media atau penerbitan pers. Wartawan masa depan adalah wartawan multimedia, serbabisa, mampu beradaptasi dengan format media modern berbasis internet. Catatan: ASM. Romli ORANG yang  punya ilmu danskill jurnalistik di masa kini dan masa depan tidak hanya bekerja untuk media massa, tapi juga di berbagai lembaga non-pers, instansi, atau perusahaan. Lembaga modern –baik mulai dari komunitas, forum, hingga perusahaan multinasional dan lembaga internasional, saat ini memiliki situs web sebagai media informasi dan komunikasi, selain “media konvensional” seperti inhouse magazine (media internal) atau buletin dan newsletter. Maka, Anda yang sekarang mendalami ilmu dan keterampilan jurnalistik, jangan cuma fokus dan bercita-cita menjadi wartawan sebuah media ternama, juga […]

Masa Depan Mahasiswa Jurnalistik, Suram?

Oleh ASM. Romli BAGAIMANA masa depan mahasiswa jurnalistik? Apa cerah menjanjikan ataukah “madesu” (masa depan suram)? Itu pertanyaan yang masuk ke email saya hari ini (2/7).Si penanya, lulusan SMA, suka jurnalistik, suka menulis, dan memilih kuliah jurusan jurnalistik, tapi “galau” soal masa depannya.Apalagi ia mendengar kabar, banyak wartawan sekarang yang bisa “dibeli” sehinga bisa “diperalat” oleh kelompok kepentingan (interest group) –misalnya partai politik, bahkan “menjual diri” dengan menjadi “pemeras” dan/atau “pengemis”. (Baca: Wartawan Gadungan).Saya tidak langsung menjawab masa depan mahasiswa jurnalistik –tepatnya, alumni atau sarjana ilmu jurnalistik– itu cerah atau suram. Saya tunjukkan fakta-fakta sebagai berikut: Bisnis media terus berkembang. Media-media massa baru, terutama media online, terus tumbuh dan itu domainnya alumni […]