Home   Jurnalistik   Teknik Menulis Tajukrencana

Teknik Menulis Tajukrencana

editorial_tajuk_rencanaTajukrencana (editorial) –biasa disingkat “tajuk” saja– disebut juga “Induk Karangan” dan “Opini Redaksi” (Desk Opinion). Catatan ASM. Romli

Pengertian Tajukrencana

Tajukrencana adalah tulisan berisi pendapat atau komentar tentang suatu hal atau peristiwa yang dibuat redaksi sebuah media massa sesuai dengan visi dan misi media tersebut.

Arti sebenarnya dari tajuk adalah “mahkota”. Tidaklah salah jika disebutkan, tajuk adalah mahkota suratkabar atau majalah. Lyle Spencer dalam Editorial Writing mendefinisikan tajuk sebagai berikut:

“Pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat, logis, menarik ditinjau dari segi penulisan, dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol sebegitu rupa, sehingga bagi kebanyakan pembaca suratkabar akan menyimak pentingnya arti berita yang ditajukkan tadi”.

Fungsi Tajukrencana

Tajukrencana merupakan “jatidiri” atau identitas sebuah media massa karena melalui tajuk itu redaksi sebuah media menunjukkan sikap atau visinya tentang sebuah masalah aktual yang terjadi di masyarakat. Setidaknya menegaskan kepada pembaca bahwa sebuah masalah/peristiwa penting menjadi pusat perhatian publik.

Kadang-kadang sebuah media memuat tajuk yang dibuat pihak lain, disebut Tajukrencana Tamu (Guest Editorial), yakni tajukrencana yang ditulis orang luar redaksi atau diambil dari tajuk media massa lain.

Ada empat jenis tajukrencana dari segi isi atau fungsi tulisan: 
1. Explaining The News — menjelaskan berita dengan interpretasi dan sudut pandang subjektif redaksi;
2. Filling Backgroud Information–mengisi informasi latar belakang, yakni memberikan kaitan suatu berita dengan realitas sosial lainnya atau informasi tambahan;
3. Forcasting The Future–meramalkan masa depan, yakni memprediksi apa yang akan dapat terjadi pada masa mendatang dengan atau akibat terjadinya suatu peristiwa;
4. Passing Moral Judgment–meneruskan suatu penilaian moral, yakni memberikan penilaian dan menyatakan sikap atas suatu peristiwa (William M. Pinkerton, USA).

Jenis-Jenis Tajukrencana

1. Tajuk Informatif (Informative Editorial), menjelaskan fakta khusus.
2. Tajuk Interpretatif (Interpretatif Editorial), menjelaskan fakta penting yang tersembunyi.
3. Tajuk Argumentatif (Argumentative Editorial), biasanya masalah politik yang menghendaki analisis logis sebab-akibat.
4. Tajuk Ajakan Aksi (Call-For-Action Editorial), mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu.
5. Persuasif Editorial, meyakinkan khalayak dengan sugesti.
6. Tajuk Menghibur (Entertaining Editorial), berisi masalah yang sifatnya menghibur, menyindir, berisikan humor, atau mengangkat tema human interest. (David Dary).

Struktur Tulisan Tajukrencana

Tulisan tajuk tidak mempunyai struktur tertentu. Namun umumnya, jika kita bedah tajuk-tajuk di berbagai media massa, strukturnya terdiri atas judul, intro, dan uraian.

Bagian intro mengemukakan aktualitas masalah yang akan dibicarakan, misalnya dengan mengingatkan pembaca akan berita yang muncul sebelumnya. Setelah itu langsung uraian berisi opini penulisnya.

Syarat Penulis Tajukrencana

Karena tajuk merupakan opini redaksi dan menjadi induk karangan sebuah media, maka tidak semua wartawan dapat menulisnya.

Seorang penulis tajuk hendaknya:
1. Mengenal baik visi dan misi media karena tulisan tajuk mencerminkan hal tersebut.
2. Memiliki kedalaman analisis, sehingga mampu mengungkap sesuatu di balik fakta dan menjangkau jauh ke depan.
3. Berpengetahuan dan berwawasan luas karena sebuah peristiwa atau fakta memiliki kaitan dengan fakta lain.
4. Memiliki banyak referensi yang akan menjadu acuan dalam pengembangan ide atau pemikirannya.
5. Berkepala dingin, tidak emosional, agar ketika menulis tetap terjaga kejernihan berpikir dan suasana hati.
6. Telah lama menjadi wartawan (seasonal reporter) sehingga mampu menjaga etika jurnalistik dan kepenulisan.

Referensi
1. Asep Syamsul M. Romli, Lincah Menulis Pandai Bicara, Nuasa Cendikia, Bandung, 2005.
2. Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Terapan, Baticpress Bandung, 2001.

Share Button
(Visited 175 times, 1 visits today)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *