Home   Makalah   Upaya Muslim Melayu dalam Merespons Turbulensi Global

Upaya Muslim Melayu dalam Merespons Turbulensi Global

enjang asOleh Enjang AS

Berbagai dampak globalisasi pada dasarnya dapat disikapi dan diatasi oleh muslim melayu, karena berbagai potensi yang dimilikinya, seperti besarnya jumlah  penduduk muslim melayu, ikatan emosional sebagai sesama rumpun melayu, kekuatan ideologi Islam yang menjadi kerangka acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan sejumlah potensi lainnya yang telah dimiliki oleh bangsa melayu.

Tetapi semua itu tidak akan berarti tanpa diimbangi dengan bebargai strategi dalam menyikapi dan mensiasati globalisasi media, yang menjadi Kuda Troya  para pemilik korporat dan kekuasaan yang disebut-sebut sebagai bentuk imperialisme model baru.

Globalisasi dengan media informasi yang menyebarkan arus informasi itu telah dan akan terus menumbuhkan berbagai sikap dan prilaku umat manusia yang menerimanya, bagiakan “hujan” yang diturunkan dari langit yang menumbuhkan tanam-tanaman, karena kehadirannya –disebut sebut— telah menghibur, mengajar, dan mendidik, sekalipun pada sisi lain telah menyesatkan kita tanpa henti dengan variasi yang tidak pernah berakhir.

Lebih dari itu telah menjadi kuda tunggangan para pemilik modal dan penguasa media, serta pemegang kekuasaan yang disebutkan oleh Herman dan McChesney, (1997), hampir tidak bisa dibedakan dari imperialisme, dan pada akhirnya akan sangat tergantung pada bagaimana kita menyikapinya dan mensiasatinya, dan globalisasi tetap sebagai karunia Allah yang menjadi pertanda sebab-sebab turunnya rizki dari langit yang dapat menyuburkan nilai-nilai persaudaraan, keadilan, kesejahteraan dan kedamaian, serta kebahagiaan umat manusia.

Oleh sebab persoalan yang diakibatkan oleh globalisai dan teknologi informasi dan komunikasi itu lebih berdampak pada tataran psikologis dan tatanan sistem nilai kehidupan, maka alternatif solusi atas persoalan tersebut dapat dibagi pada langkah solusi yang dipandang lebih konstruktif, diantaranya:

Pada tataran psikologis, dalam mengahadapi gelombang globalisasi yang ditopang oleh teknologi informasi dan komunikasi yang telah mengguncang bahkan menjungkirbalikan tataran mental, maka :
(1) umat Islam (khususnya Muslim Melayu) lebih bersikap dalam tataran yang berimbang, tidak menerima sepenuhnya juga tidak menolak sepenuhnya. Karena selain membawa dampak negatif, juga sebagai sebuah potensi dan fasilitas yang cukup positif untuk menghadirkan dan menjadikan Islam sebagai rahmatan li al-alamin;

(2) Umat Islam tidak tidak tergesah-gesah untuk “menghakimi sebelum memahami”, tidak hitam putih dalam melakukan penilaian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi, sehingga “terkesan tidak sabar” menerima akibat dari takdir yang telah menjadi pilihannya;

(3) Umat Islam tidak mudah terpropokasi oleh propaganda media yang tidak berpihak kepada Islam dan muslim, juga tidak mudah terbujuk oleh rayuan media sehingga kita dibuat mudah percaya atas pesan-pesan yang disampaikannya, “Misal: begitu mudahnya percaya atas berita yang menginformasikan bahwa “Mr. Bean telah masuk Islam” semudah membalik telapak tangan;

(4) umat Islam mesti memperbaiki dan memperkuat sikap-mental (tawakal-sykur) atas pilihan dan akibat dari pilihan yang diambil.

Pada tataran kehidupan terdapat beberapa langkah yang dapat diambil sebagai bagian dari solusi atas persoalan yang kini tengah dihadapi:
(1) Muslim Melayu dapat duduk bersama dan bekerjasama untuk melakukan kajian atas isu-isu aktual, baik yang bersifat regional, nasional, dan internasional;
(2) membangun Pusat Kajian Kebudayaan Islam Melayu, yang dipersatukan oleh adanya kesamaan rumpun “Melayu”, dengan mengesampingkan atau mengeliminir perbedaan-perbedaan yang terdapat didalamnya;
(3) membangun portal (media) yang menjadi pusat komunikasi dan informasi untuk menyampaikan  berbagai pesan seputar Islam Melayu:
(4) membangun kantor berita “Muslim Melayu” yang dijadikan sumber rujukan atas pemberitaan yang dilakukan oleh berbagai media, baik media internal Melayu maupun bagi dunia Islam pada umumnya, khususnya mengenai isu-isu aktual seputar Muslim Melayu. Karena selama ini, Islam dan “Muslim Melayu” terlalu banyak dicekoki oleh berbagai berita yang dirujuk pada media-media Barat yang sangat mungkin telah disusupi oleh kepentingan-kepentingan tertentu si pemilik media.

Beberapa langkah di atas, mudah-mudahan dapat menjadi solusi alternatif dalam menyikapi dan mensiasati berbagai persoalan yang dihadapi dan akan terus dihadapi oleh “Muslim Melayu” seiring gelombang globalisasi yang tidak dapat dihindari kehadirannya.

DOWNLOAD MAKALAH SELENGKAPNYA (File Pdf)

*** Dr. H. Enjang AS, M.Ag, M.Si, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UIN SGD Bandung. Makalah ini disampaikan dalam International Conference on Islam in Malay World (ICON IMAD) III, tanggal 29 – 30 2013.

#jurnal

Share Button
(Visited 8 times, 1 visits today)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *