Home   Opini   Wartawan Butuh Mental Tangguh

Wartawan Butuh Mental Tangguh

Oleh Enjang Muhaemin

WARTAWAN bukanlah profesi yang berada di zona aman, juga tidak berada dalam wilayah nyaman. Banyak tantangan, bahkan ancaman, yang menuntut wartawan memiliki kesiapan mental yang tangguh. Mental yang kuat, sekuat baja. Wartawan juga mesti memiliki mental yang tegar, setegar batu karang, yang tetap berdiri tegak kendati dihantam gelombang dahsyat. 
Dunia wartawan, bukanlah dunia nyaman. Hiruk-pikuk politik, hingar-bingar praktik korupsi, dan beragam patologi sosial, plus berpuluh hingga beratus kejadian tak terduga seperti kebakaran, gunung meletus, dan tragedi lain yang menuntut wartawan tetap siaga 24 jam. Tak peduli malam, tak peduli hujan, bila ada fakta penting atau peristiwa yang layak diliput, wartawan tidak mau tidak harus terjun ke lapangan. Jelas, ini pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki mental tangguh.

Dunia wartawan, juga bukan berada zona aman. Lihatlah dengan mata terbuka, tentu Anda akan mengetahui fakta-fakta tragis yang menimpa sejumlah wartawan. Dari mulai penganiayaan sampai pembunuhan. Ini terjadi. Aksi teror yang dibidikkan kepada para wartawan, juga bukan hal langka. Sering, juga amat sering. Nah, ini pun membutuhkan mental kuat, sekuat baja.

Wartawan yang baik adalah wartawan yang memiliki mental yang tangguh, kuat, tegar, dan tahan banting. Menjadi wartawan memang tidak ringan, siap ditugaskan kapan pun dan ke mana pun. Termasuk ke wilayah konflik, dan medan tempur. Meliput di daerah seperti ini, jelas membutuhkan kesiapan mental yang tidak ringan. Juga berani mengambil risiko terpahit sekalipun.

Bila tentara ke medan tempur, itu biasa. Tidak aneh, juga tidak luar biasa. Selain itu menjadi tugasnya, tentara juga telah terlatih untuk berperang, baik fisik maupun mentalnya. Dan lagi, mereka memiliki senjata, bebeda dengan wartawan. Sekalipun memang bukan untuk berperang, namun tetap memiliki risiko yang sama: selamat, terluka, atau tewas. Karena itu, wartawan membutuhkan mental yang kuat, karena selain tidak dilatih khusus, juga tidak memiliki senjata, kecuali rekaman, kamera, atau handycam. Inilah pentingnya mental wartawan itu hebat.

[] Enjang Muhaemin, Staf Pengajar Jurnalistik UIN SGD Bandung

Share Button
(Visited 9 times, 1 visits today)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *