Humas Online: Pengertian dan Karakteristik

Praktisi humas di era internet wajib menjalankan kegiatan kehumasan melalui media daring yang dikenal dengan istilah humas online, humas daring, humas 4.0, e-PR, cyber PR, dan PR on the Net. Berikut ini pengertian dan karakteristik humas online.

humas online

HUMAS (hubungan masyarakat) atau public relations (PR) adalah tiang utama yang dimiliki sebuah lembaga untuk meningkatkan citra dan reputasinya di mata publik.

Praktisi humas harus dapat menganalisis dan menginterpretasikan opini dan sikap publik bahkan isu-isu yang mungkin memengaruhi operasi dan rencana organisasi.

Kegiatan yang lain yang dilakukan humas adalah dapat meriset dan melaksanakan serta mengevaluasi hal yang sedang terjadi. Evaluasi yang dilakukan bukan hanya citra perusahaan, melainkan juga alat yang digunakan humas dalam menaikan citra tersebut.

Humas adalah pokok utama dalam menjalankan alat yang digunakan perusahaan dalam mempersuasi stakeholders.

Humas merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi-organisasi, lembaga-lembaga umum dan pribadi dipergunakan untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang ada hubungan dan diduga akan ada kaitannya, dengan cara menilai opini publik mereka, dengan tujuan sedapat mungkin menghubungkan kebijaksanaan dan ketatalaksanaan, guna mencapai kerja sama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas (Rumanti, 2002:11).

Pengertian Humas Online

Perkembangan teknologi informasi saat ini dapat membawa perubahanan di berbagai bidang, termasuk di bidang kehumasan.

Humas saat ini sudah bertransformasi dari media konvensional menjadi media online (E-PR). E-PR adalah inisiatif public relations yang menggunakan media internet sebagai sarana publikasinya, lebih dikenal dengan Cyber Public Relations (Onggo, 2004:2).

E-PR dapat memanfaatkan media elektronik seperti internet untuk membangun relations antara bisnis perusahaan dengan public audience.

Fokus utama E-PR adalah membidik media online yang berorientasi pada web. Perkembangan media massa dari cetak, elektronik, sampai sekarang terutama internet membawa dampak perkembangan yang signifikan untuk alat komunikasi dalam berbagi informasi.

Humas melalui media internet mempunyai pernanan yang besar dibandingkan humas di dunia nyata. Salah satunya dengan penyebaran informasi kalangan masyarakat saat ini kebanyakan menggunakan media online untuk memperoleh informasi.

E-PR mencangkup salah satunya media online yang lebih modern. Senjata yang sangat mudah bagi aktivitas PR agar masyarakat lebih antusias dalam kegiatan PR yang dilakukan perusahaan.

Pengertian Media Online secara umum, yaitu segala jenis atau format media yang hanya bisa diakses melalui internet berisikan teks, foto, video, suara. Dalam pengertian ini, Media Online juga dapat dimaknai sebagai sarana komunikasi berbasis online. Dalam pengertian ini adalah yang masuk dalam kategori media online seperti email, mailing list, website, blog, dan media sosial.

Asep Syamsul M. Romli dalam Jurnalistik Online (2012:33-34) mengatakan karakteristik dan keunggulan media
online dibandingkan “media konvensional” (cetak/elektronik):

  1. Kapasitas luas dan halaman web bisa menampung naskah yang sangat
    panjang.
  2. Pemuatan dan editing naskah bisa kapan saja dan di mana saja.
  3. Cepat, begitu di-upload langsung bisa diakses semua orang.
  4. Jadwal terbit bisa kapan saja, setiap saat.
  5. Menjangkau seluruh dunia yang memiliki akses internet.
  6. Aktual, berisi info aktual karena kemudahan dan kecepatan penyajian.
  7. Update, pembaharuan informasi terus dan dapat dilakukan kapan saja.
  8. Interaktif, dua arah, dan “egaliter” dengan adanya fasilitas kolom komentar, chat room, polling, dsb.
  9. Terdokumentasi, informasi tersimpan di “bank data” (arsip) dan dapat ditemukan melalui “link”, “artikel terkait”, dan fasilitas “cari” (search)
  10. Terhubung dengan sumber lain (hyperlink) yang berkaitan dengan informasi tersaji.

Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan penggunaan internet di Indonesia mencapai 132,7 juta orang sepanjang 2016. Keterangan ini menunjukan kenaikan 51,8 persen dibandingkan jumlah
pengguna internet pada tahun 2014.

Survei mengatakan, total pengguna internet terbesar adalah Pulau Jawa sebanyak 86,3 juta orang atau 65 persen dari total jumlah pengguna.

Melihat dari data tersebut sangat efektif jika humas menggunakan media online untuk penyebaran informasi karena mudah untuk diakses oleh khalayak luas sehingga memungkinkan informasi yang disampaikan dapat diterima oleh masyarakat luas dengan baik.

Kegiatan evaluasi pencapaian tujuan kegiatan PR dalam Yosal Iriantara (2004:147-148) membagi evaluasi menjadi 6 kategori, yaitu:
1. Evaluasi pengambilan keputusan.
2. Evaluasi bagian program.
3. Evaluasi jenis data dan aktivitas.
4. Evaluasi atas proses evaluasi.
5. Evaluasi pencapaian tujuan

Tingkat efektivitas humas online dapat diukur dari seberapa respons publik mengetahui informasi dari sebuah organisasi. Humas online adalah kegiatan yang membantu seorang humas dalam memberikan informasi ataupun statmen melalui media online yang saat ini digunakan khalayak/publik.

Public Relations atau Humas adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut.

Karakteristik Humas Online

Humas Online, Cyber PR, atau E-PR menurut Onggo adalah inisiatif PR atau public relations yang menggunakan internet sebagai sarana publisitasnya.

Pemanfaatan media web untuk kepentingan PR merupakan penghematan besar atas biaya kertas, cetak, dan pengirimannya. Hemat adalah merupakan salah satu manfaat dari penggunaan cyber PR, seperti yang diungkapkan oleh Onggo (2004:6).

“PR dalam dunia fisik dianggap lebih dapat mempengaruhi tanggapan dan respons pasar. Pengeluarannya pun lebih hemat dibandingkan pengeluaran iklan. E-PR dapat membuat organisasi lebih hemat dan mengingat E-PR tidak
dibutuhkan stastionery atau biaya cetak. Semakin murahnya biaya internet maka membuat biaya E-PR menjadi semakin terjangkau”.

Istilah Humas Online, Cyber PR, atau e-PR digunakan dalam kegiatam kehumasan yang menggunakan media internet sebagai sarana publikasinya.

Saat ini media online tidak dapat dihindarkan lagi karena media online sudah menjadi salah satu sarana komunikasi teknologi yang membuat sambungan hingga seluruh dunia, sehingga dampaknya tidak bisa dibayangkan.

Oleh karena itu, PR menjadikan keberadaan internet sebagai sarana informasi untuk memberikan pengaruh dalam
persepsi publik pada perusahaan atau organisasi.

Everett M. Roger dalam Cangara (2014:22) mengatakan “komunikasi adalah proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”.

Harrol D. Lasswell dalam Cangara (2014:21) mengatakan bahwa cara yang tepat untuk menerangkan suatu tindakan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa dan apa pengaruhnya”.

Ketika menggunakan media sosial, Humas menggunakan komunikasi yang bersifat dua arah (two ways communications) karena di dalam akun tersebut terdapat tools untuk chatting.

Komunikasi yang bersifat dua arah (two ways communications) mempunyai arti humas memberi informasi kepada publik kemudian ada tanggapan atau umpan balik (feedback) dari publik, namun ada pengecualian jika informasi yang disampaikan oleh Humas merupakan bukan bersumber dari humas sendiri, maka mereka tidak bisa menanggapi hanya sekadar menginformasikan.

Syarifudin Yunus (2010:27) mengatakan: “Media online yaitu media internet, seperti website, blog, dan lainya yang terbit/tayang didunia maya, dapat dibaca dan dilihat di internet. Media online merupakan salah satu permainan baru dalam kancah pers Indonesia, didalam suatu media online terdapat media sosial dan website yang merupakan alat yang tidak bisa dilepaskan dari kegiatan e-PR dalam fungsi penyebaran informasi.

Menurut Philip Kotler dan Kevin Keller (2012;568), media sosial merupakan salah satu sarana bagi konsumen untuk informasi teks, gambar, audio, dan video dengan satu sama lain dengan perusahaan dan sebaliknya.

Sumber1/Sumber2

(Visited 63 times, 1 visits today)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *