Mahasiswa Ilkom Siap Job Training di Tengah Pandemi Covid 19

Mahasiswa Prodi Ilkom sedang mendengarkan paparan sosialisasi job training

Mahasiswa Prodi Ilkom sedang mendengarkan paparan sosialisasi job training

Bandung. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung siap mempraktekkan ilmunya di dunia industri. Demikianlah komitmen di antara peserta pembekalan Job Training yang dilakukan Program Studi Ilmu Komunikasi secara daring (Jumat, 3/07/2020).

Meskipun kondisi dan situasi sekarang adanya pandemic covid 19 tentu membuat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika melakukan job training. Meskipun sudah masa-masa new normal dan adaptasi kebiasaan baru, tetapi kekhawatiran terus menghantui masyarakat, terutama mahasiswa yang akan melakukan job training. Namun hal itu tidak mengurangi animo mahasiswa untuk job training. Buktinya kurang lebih peserta yang berpartisipasi acara ini 233, terdiri dari mahasiswa semester 6 Konsentrasi Ilmu Jurnalistik dan Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat, bahkan di antara mahasiswa sudah ada yang melakukan job training.

Dengan kondisi apa pun, job training bersifat wajib untuk setiap  mahasiswa. Karena pada job training ini mahasiswa akan mempraktikkan keahlian atau kompetensinya, menambah jaringan dan peluang pekerjaan. Seperti yang dikatakan Dr. H. Darajat Wibawa, M.Si., selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, “Job training mahasiswa akan merasakan langsung bagaimana suasana dan tekanan di dunia kerja. Kami memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk memilih tempat job trainingnya,” ujarnya.

Ada hal-hal yang menjadi standar prosedur baru untuk job training di masa-masa pandemic covid 19. Namun standar ini tidak mengurangi bobot dan kualitas pelaksanaan job training. Seperti tempat, waktu, dan mekanisme tetap sama saja. Hal ini dijelaskan Ketua Konsentrasi Ilmu Jurnalistik, Enjang Muhaemin, M.Ag, dalam paparannya, “Ada sedikit perbedaan dengan job training, untuk jurnalistik job training di redaksi dan wajib menguasai perencanaan, penggalian data, menulis berita, dan publikasi. Mahasiswa wajib kreatif dalam pemberitaan. Selain di media mainstream boleh juga di media kampus, media institusi, media komunitas, media lokal, dan pengelolaan media dengan format kelompok, dan individu, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.”

Hal yang sama juga untuk mahasiswa Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat. Ada beberapa tempat dan kegiatan yang bisa dilakukan mahasiswa Humas sebagai bentuk atau diklaim kegiatan job training. “Untuk  Humas bisa di Humas kecamatan, membuat tim atau kelompok yang membuat branding sebuah lembaga di daerah, membantu publikasi gugus tugas dan lain sebagainya, “jelas Ketua Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat, Dyah Rahmi Astuti, M.Si.

Lamanya mahasiswa melakukan job training selama 40 hari. Selama job training mahasiswa harus bisa membuat berita sampai bisa dipublikasikan di media tempatnya job training, sementara mahasiswa humas harus bisa mempraktikkan ilmu-ilmu selama di bangku kuliah. Karya-karya mahasiswa selama job training harus didokumentasikan, dan diarsipkan sehingga bisa dipresentasikan ketika seminar job training (Encep Dulwahab).

(Visited 35 times, 1 visits today)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *