Webinar Komunikasi Keluarga dalam Mendeteksi dan Mencegah Penyakit Jantung

Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menyelenggarakan acara webinar, selasa (22/06/21), mengangkat topik tentang komunikasi kesehatan, yaitu komunikasi keluarga dalam mendeteksi dan mencegah penyakit jantung.

Webinar kali ini menghadirkan dua narasumber yang merupakan ahli dibidangnya, mereka adalah dr. Dini Rostiati, SpJp, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di rumah sakit umum daerah Bandung dan Dr. Leili Kurnia Gustini, S.Sos., M.Si. pemerhati komunikasi kesehatan keluarga yang juga merupakan wakil direktur bidang humas dan pemasaran politeknik LP3I.

Dipandu oleh dosen sekaligus ketua Program Studi Ilmu Humas Dyah Rahmi Astuti, S.Sos., M.Si., CPR. sebagai moderator melalui virtual zoom meeting, dan juga acara webinar ini live streaming di tiga kanal Youtube, Youtube Fakultas Dakwah dan Komunikasi, ilmu komunikasi dan media online Madania.co.id.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Dr. H. Darajat Wibawa, M.Si., beliau mengungkapkan bahwa komunikasi kesehatan ini penting terutama mengenal tentang kesehatan jantung dan bagaimana peran keluarga dalam membentuk komunikasi kesehatan untuk itu beliau berpesan kepada para peserta yang diikuti dari berbagai kalangan dan universitas itu, untuk dapat menyimak dari awal sampai akhir kegiatan webinar.

Turut pula memberi sambutan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang pada kesempatan ini di wakili oleh Wakil Dekan I Dr. H. Enjang AS, M.Ag., M.Si. dalam sambutannya  beliau menyampaikan bahwa praktisi komunikasi mempunyai tanggung jawab sosial terutama peran komunikasi kesehatan di lingkungan keluarga. “kegiatan ini semoga dapat memberikan sumbangsih terhadap masyarakat, dan tentu ini juga tanggung jawab kita terutama praktisi komunikasi dalam mensosialisasikan komunikasi kesehatan dilingkungan keluarga”.

Webinar komunikasi kesehatan ini berfokus pada komunikasi keluarga dalam mendeteksi dan mencegah penyakit jantung. dr. Dini Rostiati mengajak para peserta untuk mengenali penyakit jantung dan pencegahannya. Menurutnya banyak orang awam yang tidak begitu “ngeh” tentang apasih serangan jantung itu, serangan jantung itu terjadi karena adanya sumbatan pada aliran pembuluh darah, sehingga darah tidak bisa menyuplai oksigen dan makanan ke organ vital bisa berakibat fatal apabila tidak ketahui bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Hal ini menurut paparannya bisa dihindari dengan mengetahui gejala penyakit jantung itu sendiri, “gejala yang paling sering untuk serangan jantung itu adalah gejala nyeri dada, dari gejala nyeri dada ringan sampai hebat, dan pasien diharapkan bisa mendatangi rumah sakit saat gejala masih ringan”. Itu merupakan gejala khas dari serangan jantung adapun gejala tidak khas “Nah, ini yang paling berbahaya gejala tidak khas pada serangan jantung ini biasanya dialami oleh penderita kencing manis dan pasien usia lanjut atau pasien dengan gangguan ginjal, gejalanya tidak hanya nyeri dada tapi sesak dan nyeri ulu hati terasa berat nafasnya dan seperti masuk angin”.

Komunikasi kesehatan memainkan peran penting dalam memberikan pendampingan pada pasien terutama dilingkungan keluarga. Berawal dari pengalamannya yang dikelilingi oleh orang yang terkena penyakit jantung Dr. Leili tertarik untuk meneliti dan memperhatikan masalah komunikasi kesehatan. Menurutnya keluarga pasien memainkan peranan penting dalam menurunnya angka pasien jantung, selama ini banyak yang tidak tepat dalam menyampaikan permasalahan penyakit jantung. beliau juga  memaparkan dalam komunikasi kesehatan keluarga yang paling sering dan paling baik dilakukan adalah komunikasi interpersonal dan yang bisa melakukan komunnikasi interpersonal terhadap pasien secara panjang dan dalam adalah ke;uarga pasien, ungkapnya.

(Visited 21 times, 1 visits today)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *