Konsentrasi Jurnalistik

sejarah

A. SEJARAH ILMU KOMUNIKASI JURNALISTIK

Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung didirikan pada 25 Mei tahun 1998 sebagai bagian dari upaya institusi untuk mengembangkan keilmuan komunikasi jurnalistik yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman. Pendirian program studi ini merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat akan tenaga profesional di bidang jurnalisme dan media massa yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis jurnalistik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat dan kemampuan mengintegrasikan nilai-nilai profetik dalam praktik komunikasi.

Selama lebih dari dua dekade perjalanannya, program studi telah mengalami berbagai transformasi kurikulum untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Sebagai konsentrasi di bawah Program Studi Ilmu Komunikasi, konsentrasi Ilmu Jurnalistik memiliki kekhasan dalam mengembangkan paradigma jurnalisme profetik yang berlandaskan pada nilai-nilai dakwah Islamiyah, yang membedakannya dari program sejenis di institusi lain.

Kurikulum yang digunakan pada Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Humas Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebelum menggunakan Kurikulum OBE mengacu pada kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, lalu mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yakni kerangka kualifikasi dan kompetensi yang menyetarakan dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan  dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan.

Penggunaan kurikulum berbasis KKNI pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi didasarkan pada amanat UU PT Nomor 12 Tahun 2012, Perpres Nomor 08 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang menjadi acuan dalam penyususnan capaian pembelajaran lulusan, serta Permenristek dan Dikti Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Penggunaan Kurikulum Berbasis KKNI ini merupakan upaya Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Humas Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk menghasilkan lulusan bermutu, yaitu profil ilmuan yang berkepribadian muslim dan problem solver, serta mencapai tujuan penyelenggaraan pendidikan tinggi pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi, yakni mendidik calon cendekiawan muslim (Ulul Albab) yang berakidah Islam, berfikrah Islami dan berakhlak mulia yang memiliki keahlian serta keterampilan dalam dakwah Islam dan humas profetik.

B. VISI DAN MISI

1. Visi Program Studi 

Mengembangkan keilmuan jurnalisme berbasis paradigma Wahyu Memandu Ilmu dan nilai Rahmatan Lil ‘Alamin dalam membangun komunikasi jurnalisik yang etis, humanis, dan adaptif terhadap transformasi digital.

2. Misi Program Studi 

a. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di bidang jurnalistik berbasis paradigma Wahyu Memandu Ilmu untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan berkarakter profetik.

b. Mengembangkan penelitian dalam keilmuan Jurnalisme Profetik yang mengintegrasikan nilai-nilai Rahmatan Lil ‘Alamin, khususnya dalam praktik komunikasi yang etis, humanis, dan berkeadaban.

c. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui praktik jurnalistik yang solutif, inklusif, dan berdampak sosial, dengan pendekatan nilai-nilai kemanusiaan universal.

d. Mengintegrasikan transformasi digital dalam proses pembelajaran, riset, dan praktik jurnalistik untuk menciptakan adaptabilitas terhadap perkembangan teknologi komunikasi dan media baru.

e. Membangun kemitraan strategis dengan industri, pemerintah, dan komunitas dalam pengembangan praktik jurnalisme yang inovatif, profesional, dan berbasis nilai.

f. Menguatkan tata kelola program studi yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan keilmuan Jurnalisme Profetik.

C. TUJUAN PROGRAM STUDI 

  1. Tujuan Kompetensi Utama:

Menghasilkan lulusan yang menguasai kompetensi Jurnalisme Profetik secara komprehensif, mampu merancang dan mengimplementasikan strategi komunikasi jurnalistik yang etis, humanis, dan adaptif terhadap transformasi digital berdasarkan paradigma Wahyu Memandu Ilmu.

2. Tujuan Riset dan Inovasi:

Mengembangkan riset dan inovasi dalam bidang Jurnalisme Profetik yang berbasis paradigma Wahyu Memandu Ilmu, sehingga menghasilkan konsep, model, dan solusi inovatif bagi permasalahan komunikasi kehumasan di era digital yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

3. Tujuan Pengabdian Masyarakat:

Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu Jurnalisme Profetik untuk memberdayakan komunitas, lembaga, dan organisasi dalam membangun komunikasi yang humanis dan mewujudkan nilai Rahmatan Lil ‘Alamin di tengah masyarakat.

4. Tujuan Karakter dan Kepemimpinan:

Membentuk lulusan yang memiliki integritas moral, karakter profetik, dan jiwa kepemimpinan yang kuat dalam menjalankan profesi sebagai jurnalis, serta mampu menjadi agen perubahan positif yang menjunjung tinggi etika komunikasi dan nilai-nilai keislaman dalam setiap pengambilan keputusan strategis.

 

C. PROFIL LULUSAN

1. Praktisi Media

Lulusan Program Studi Jurnalistik diarahkan menjadi praktisi media yang memiliki kompetensi profesional dalam produksi, pengelolaan, dan distribusi informasi melalui berbagai platform media. Lulusan mampu menjalankan fungsi jurnalistik secara etis, kritis, kreatif, dan berbasis teknologi komunikasi modern. Kompetensi ini mencakup kemampuan mencari, mengolah, menulis, menyunting, serta menyajikan informasi kepada publik sesuai kaidah jurnalistik dan kode etik profesi.

a. Jurnalis Media Cetak

Lulusan mampu bekerja sebagai reporter, penulis feature, editor, maupun redaktur pada media cetak seperti surat kabar, majalah, dan tabloid. Kompetensi yang dimiliki meliputi keterampilan peliputan, penulisan berita mendalam, investigasi, penyuntingan naskah, serta pemahaman tata letak dan manajemen penerbitan media cetak.

b. Jurnalis Media Elektronik

Lulusan memiliki kemampuan dalam produksi jurnalistik berbasis audio dan audiovisual pada media radio maupun televisi. Kompetensi ini mencakup teknik reportase siaran, penulisan naskah berita elektronik, teknik wawancara, presenting, produksi program berita, penguasaan teknologi broadcasting, serta kemampuan komunikasi publik yang efektif.

c. Jurnalis Media Online

Lulusan mampu menjadi jurnalis digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Kompetensi meliputi penulisan berita online, multimedia storytelling, manajemen konten digital, optimasi media sosial, jurnalisme data, verifikasi informasi digital, serta kemampuan memproduksi konten interaktif berbasis platform daring.

2. Asisten Peneliti Jurnalistik

Lulusan memiliki kemampuan dasar penelitian di bidang jurnalistik dan media massa, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Kompetensi ini mencakup kemampuan mengidentifikasi masalah penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, melakukan observasi media, menyusun laporan penelitian, serta mendukung pelaksanaan riset komunikasi dan jurnalistik secara ilmiah, sistematis, dan etis.

3. Entrepreneur Jurnalistik

Lulusan mampu mengembangkan usaha kreatif dan inovatif di bidang media dan komunikasi berbasis jiwa kewirausahaan. Kompetensi ini mencakup kemampuan merancang dan mengelola media independen, startup media digital, content creator profesional, production house, agency komunikasi, maupun usaha kreatif lainnya yang relevan dengan industri jurnalistik dan media digital. Lulusan juga diharapkan mampu membaca peluang pasar, memanfaatkan teknologi digital, serta mengembangkan model bisnis media yang berkelanjutan.

Ten's Holiday