logo

Hadapi Badai Informasi Digital, UIN Bandung Gelar Workshop Manajemen Jurnalistik Krisis

Jumat, 15 Mei 2026
Hadapi Badai Informasi Digital, UIN Bandung Gelar Workshop Manajemen Jurnalistik Krisis

ILKOM NEWS — Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan workshop jurnalistik bertema “Manajemen Jurnalistik Krisis di Era Digital” di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Rusmulyadi, M.Si., dosen Ilmu Komunikasi, sebagai narasumber.

Workshop ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tantangan media massa di era digital serta strategi menghadapi krisis dalam dunia jurnalistik. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya manajemen krisis sebagai bagian strategis dalam organisasi media.

Manajemen krisis, jelas Rusmulyadi, sebagai proses strategis yang meliputi identifikasi potensi krisis, penyusunan rencana tindakan, respons cepat ketika krisis terjadi, pemulihan pascakrisis, hingga evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada konsep dasar manajemen yang terdiri atas tiga elemen penting, yakni proses, sumber daya, dan pencapaian tujuan. Ketiga elemen tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar organisasi media tetap berjalan stabil meskipun menghadapi tekanan krisis.

Komunikasi Efektif
Dalam workshop tersebut juga dibahas pentingnya komunikasi internal dalam situasi krisis. Komunikasi internal yang efektif dinilai mampu memberikan ketenangan, mengurangi kebingungan, serta memotivasi anggota organisasi agar tetap solid menghadapi situasi sulit.

Kajian lain yang dibahas mencakup perkembangan dunia jurnalistik dalam berbagai perspektif, mulai dari jurnalistik sebagai praktik, profesi, institusi, teks, hingga tindakan sosial. Peserta diajak memahami bahwa jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan penyebaran berita, tetapi juga proses pencarian kebenaran dan penyampaian informasi melalui metode tertentu.

Dalam pemaparannya, Rusmulyadi menjelaskan bahwa manajemen krisis memiliki keterkaitan erat dengan komunikasi krisis yang dibangun organisasi saat menghadapi situasi darurat maupun permasalahan tertentu.

“Workshop ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi mahasiswa untuk memahami tantangan jurnalis, terutama dalam menghadapi tekanan informasi cepat, algoritma digital, serta perubahan perilaku konsumsi berita masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa perkembangan era digital membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik dan media massa. Penyebaran informasi kini berlangsung sangat cepat melalui media sosial dan berbagai platform digital sehingga organisasi media dituntut mampu memberikan respons secara real-time.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi media untuk terus menjaga kualitas jurnalistik melalui penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi masyarakat.

Tantangan Besar Media Konvensional
Workshop ini turut membahas tantangan besar media konvensional, termasuk dominasi algoritma platform digital serta pergeseran belanja iklan yang kini lebih banyak masuk ke media digital, bahkan sebagian besar dikuasai platform asing. Kondisi tersebut mendorong media untuk melakukan inovasi, memperkuat kualitas jurnalistik melalui kurasi informasi, serta mengembangkan strategi bisnis baru seperti Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM).

Selain itu, workshop membahas transformasi digital media massa, mulai dari media konvensional seperti surat kabar dan televisi menuju platform digital seperti media sosial, blog, dan forum. Transformasi tersebut menuntut media tetap menjaga kualitas jurnalistik melalui kurasi informasi yang ketat agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Penulis: Tatin Khoeriah

Baca Juga Berita Lainnya