Tak Sekadar Cari Data, Mahasiswa Diajak Memahami “Cara Berpikir” Penelitian

ILKOM NEWS – Tak sekadar soal mencari data, mahasiswa juga diajak memahami lebih dalam tentang “cara berpikir” dalam penelitian. Ini substansi pesan yang disampaikan dalam workshop yang dilaksanakan Program Studi Ilmu Komunikasi Humas, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Workshop Humas bertajuk “Metode Kualitatif dalam Paradigma Konstruktivistik” ini menghadirkan pemateri Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Humas UIN Bandung, Dr. Dyah Rahmi Astuti, S.Sos., M.Si., CPR. Kegiatana digelar di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (06/5/2026).
Workshop digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam menyusun penelitian berbasis paradigma dan metode yang tepat. Kegiatan ini menegetengahkan materi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mahasiswa dalam memahami kerangka berpikir penelitian. Peserta workshop diharapkan mampu menentukan pendekatan yang sesuai antara kuantitatif dan kualitatif.
Dalam sesi pemaparan materi, Dyah menjelaskan bahwa sebelum melakukan penelitian, peneliti harus memahami paradigma berpikir yang digunakan. Dyah membuka pembahasan dengan menjelaskan bahwa kerangka berpikir dapat dilihat dari latar belakang penelitian, apakah berorientasi pada sebab-akibat, pengaruh, atau proses dalam memahami fenomena.
“Jika penelitian berfokus pada pengaruh, dampak, atau hubungan sebab-akibat, maka itu termasuk dalam paradigma positivistik dengan pendekatan kuantitatif. Namun jika penelitian berfokus pada bagaimana proses suatu fenomena itu terjadi, maka pendekatannya adalah konstruktivistik dengan metode kualitatif,” jelas Dyah.
Dyah memaparkan bahwa paradigma konstruktivistik tidak melihat kebenaran sebagai sesuatu yang tunggal, melainkan hasil dari proses pemikiran dengan hasil yang beragam. Penelitian kualitatif berfokus pada proses, ujarnya, sehingga hasil yang diperoleh berupa kategorisasi dari fenomena yang diamati.
“Dalam penelitian kualitatif, yang dilihat adalah proses, bukan sekadar hasil. Satu fenomena bisa memiliki banyak cara untuk dipahami, sehingga peneliti perlu melihat bagaimana proses itu terjadi,” tambah Dyah.
Menggali Fenomena Penelitian
Masih dalam pembahasan yang sama, Dyah juga menjelaskan bahwa fenomena penelitian dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti media sosial, jurnal, artikel, maupun observasi langsung dengan catatan data yang digunakan perlu kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dyah juga menjelaskan pada metode kualitatif penting untuk fokus dalam menentukan tujuan penelitian, fokus objek, dan penggunaan landasan teori yang relevan dengan tema yang diangkat.
“Fenomena bisa diambil dari berbagai sumber, dengan catatan data yang diambil itu valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Dari situ, peneliti bisa menentukan arah dan tujuan penelitian secara lebih terstruktur,” ujarnya.
Dyah memberikan penjelasan mengenai penyusunan latar belakang penelitian yang harus memiliki struktur induktif ke deduktif atau dari khusus ke umum. Dalam penelitian kualitatif, objek penelitian harus spesifik dan tidak boleh lebih dari satu agar fokus penelitian tetap terjaga.
“Latar belakang penelitian tidak dimulai dari definisi, tetapi dari fenomena yang ditemukan. Jelaskan kenapa penelitian ini penting,” ucap Dyah.
Untuk membantu peserta memahami lebih dalam, pemateri juga memberikan contoh fenomena yang dapat dijadikan dasar penelitian serta bagaimana mengaitkannya dengan perspektif kehumasan, seperti dalam kajian CSR, sehingga penelitian tetap relevan dengan bidang ilmu yang ditekuni.
Workshop Humas yang secara teknis dibantu Korps Protokol Mahasiswa Jurusan (KPMJ) Ilmu Komunikasi ini dipandu oleh Elnida sebagai Master of Ceremony dan Faiz sebagai moderator ini diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Humas. Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar peserta mampu mengaplikasikan pemahaman metode kualitatif dalam penyusunan penelitian mereka. ***
Penulis: Zelda Felicitia Sajjad
Baca Juga Berita Lainnya

Hadapi Badai Informasi Digital, UIN Bandung Gelar Workshop Manajemen Jurnalistik Krisis

Tingkatkan Pemahaman Digital Marketing, Prodi Ilkom UIN SGD Gelar Seminar Internasional

Workshop Jurnalistik UIN Bandung Bahas Kolaborasi Wartawan dan AI di Era Digital

Workshop Jurusan Ilmu Komunikasi Hubungan Masyarakat: Perkembangan Fotografi di Era Digital

