Thoudy Badai Menyoal Garda Keberpihakan Jurnalis

ILKOM NEWS – Tindak kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina benar-benar nyata terjadi. Karenanya, kemerdekaan Palestina harus kita perjuangkan bersama. Demikian pesan Thoudy Badai, jurnalis Republika yang juga alumnus Prodi Ilmu Komunikasi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jum’at (29/5/2026).
Thoudy adalah salah seorang jurnalis Indonesia yang ikut misi kemanusiaan yang tergabung dalam Global Summit Flotilla (GSF) belum lama ini. Bersama 458 relawan kemanusiaan internasional itu, ia diculik dan ditawan tentara Israel. Peristiwa ini terjadi di perairan internasional saat para relawan akan mengirimkan bantuan untuk Palestina..
Kendati mengalami tindak kekerasan yang tidak manusiawi, setelah beberapa hari ditawan akhirnya para relawan bisa kembali ke negara masing-masing dengan selamat. “Selama proses penahanan apa yang dilakukan Israel itu memang tidak manusiawi,” ujar Thoudy.
Tapi sebagai jurnalis, ia memandang peristiwa tersebut sebagai salah satu bukti tanggung jawab seorang wartawan untuk mengabarkan terhadap publik kekerasan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina itu benar-benar nyata.
“Artinya ini bisa menjadi salah satu pesan moral buat teman-teman bahwa Palestina itu adalah salah satu bangsa yang memang harus kita perjuangkan kemerdekaannya,” tandas Thoudy.
Di Luar Batas Kemanusiaan
Perlakuan yang dilakukan Israel itu sudah di luar batas. “Apa yang saya alami kemarin itu hanya secuil dari penderitaan Palestina. Ini bukan cerita tentang saya, ini bukan cerita tentang teman-teman yang lain, tapi cerita tentang bagaimana Palestina berjuang untuk bebas, terbebas dari segala bentuk penindasan, dan penjajahan yang dilakukan Israel,” tegasnya.
Thoudy menegaskan semua yang jurnalis lakukan adalah tindakan yang paling minimum. Bagi seorang jurnalis, keberpihakan terhadap orang-orang yang tertindas, keberpihakan terhadap Palestina itu bukan suatu hal yang dilarang.
“Teman-teman bisa menyuarakan itu dengan mediumnya, dengan medianya. Yang penting kita itu berpihak pada kebenaran, berpihak pada fakta-fakta,” serunya.
Dalam pandangan Thoudy, keberpihakan itu mutlak harus dilakukan, selain tanggung jawab moral sebagai manusia ketika melihat kondisi dunia berada dalam ketidakadilan. Para jurnalis berhak ada di barisan terdepan dalam melakukan keberpihakan pada kebenaran. ***
Baca Juga Berita Lainnya

Dari Skripsi ke Jurnal Bereputasi: Prof. Fakhruroji Bongkar Strategi Publikasi Ilmiah bagi Mahasiswa Humas

Praktisi Industri Masuk Kampus, Ajak Mahasiswa Humas Berani Ambil Keputusan Besar
Video Profil Ilmu Komunikasi (Humas Jurnalistik) UIN SGD Bandung

Kesaksian Thoudy Badai Menembus Blokade Gaza


