Praktisi Industri Masuk Kampus, Ajak Mahasiswa Humas Berani Ambil Keputusan Besar

Sabtu, 13 Juni 2026
Praktisi Industri Masuk Kampus, Ajak Mahasiswa Humas Berani Ambil Keputusan Besar

ILKOM NEWS — Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Hubungan Masyarakat (Humas) UIN Sunan Gunung Djati Bandung angkatan 2024 mengikuti seminar yang menghadirkan Direktur Saung Komando dan Hotel Antik, Khrisma Rayi Pamungkas, S.Pt..

Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (10/06/2026) dalam rangka pembelajaran Mata Kuliah Hubungan Internal ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai komunikasi organisasi, kepemimpinan, produktivitas, dan kesiapan menghadapi tantangan di masa depan.

Seminar juga dihadiri oleh Karmila Syarif, M.I.Kom selaku Manager MNC TV, dan dosen pengampu Mata Kuliah Hubungan Internal, Prita Priantini NC, S.Pt., M.I.Kom. Kehadiran praktisi dan akademisi dalam kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif yang lebih komprehensif mengenai implementasi hubungan internal dalam dunia profesional.

Jangan Terlena AI

Dalam pemaparannya, Khrisma Rayi Pamungkas sebagai narasumber menyoroti berbagai perubahan yang terjadi di era digital, khususnya dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI). Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas diri dan produktivitas, bukan justru membuat seseorang terlena dengan perkembangan teknologi.

Menurutnya, meski AI mampu meningkatkan efisiensi kerja secara signifikan, teknologi ini tidak akan pernah bisa menggantikan kemampuan berpikir kritis manusia. Efektivitas penggunaan AI di masa depan sangat bergantung pada kualitas perintah atau prompt yang diberikan oleh penggunanya, sehingga generasi muda dituntut untuk terus mengasah ketajaman analitis agar mampu mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan oleh teknologi.

Beda Kesibukan dan Produktivitas

Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian peserta adalah mengenai perbedaan antara kesibukan dan produktivitas. Khrisma Rayi Pamungkas menjelaskan bahwa produktivitas tidak diukur dari banyaknya aktivitas yang dilakukan, melainkan dari tujuan yang ingin dicapai, hasil yang diperoleh, dan manfaat yang dihasilkan dari setiap tindakan. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk memiliki target yang jelas dalam setiap proses yang dijalani, baik selama masa perkuliahan maupun ketika memasuki dunia kerja.

Keberanian Mengambil Keputusan Besar

Selain itu, mahasiswa juga diajak untuk membangun keberanian dalam mengambil keputusan besar dan menghadapi berbagai tantangan baru tanpa dibayangi oleh ketakutan akan kegagalan.

Menurut Khrisma Rayi Pamungkas, rasa takut dan keraguan sering kali menjadi penghambat terbesar dalam proses pengembangan potensi diri yang optimal.

Mahasiswa diharapkan berani keluar dari zona nyaman dan merancang arah hidup yang otentik, bukan sekadar mengikuti siklus normatif seperti kuliah, lulus, lalu bekerja tanpa arah yang pasti.

“Kita harus berani mengambil keputusan meskipun masih ada keraguan. Jika tidak pernah mencoba, maka peluang untuk berhasil tidak akan pernah ditemukan,” ujarnya memotivasi.

Manajemen Konflik

Pembahasan kemudian berlanjut pada pentingnya hubungan internal dalam organisasi. Khrisma menjelaskan bahwa pengaruh dalam sebuah organisasi tidak selalu ditentukan oleh jabatan atau kekuasaan formal. Kompetensi, pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan berkomunikasi yang baik justru menjadi faktor penting yang mampu membangun kepercayaan dan pengaruh seseorang di lingkungan organisasi maupun dunia profesional.

Tidak hanya itu, seminar juga mengangkat isu mengenai loyalitas, komunikasi, dan pengelolaan konflik dalam organisasi. Melalui berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta diajak memahami bahwa konflik merupakan hal yang wajar terjadi dalam setiap organisasi.

Terpenting, paparnya, bukanlah menghindari konflik, melainkan bagaimana mengelola perbedaan, membangun komunikasi yang efektif, dan menemukan solusi yang tepat atas setiap permasalahan yang muncul.

Skenario Masa Depann

Suasana seminar berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa aktif terlibat dalam sesi diskusi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait dunia organisasi, kepemimpinan, hingga tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Gaya penyampaian narasumber yang komunikatif dan disertai berbagai contoh nyata membuat materi yang disampaikan terasa lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari mahasiswa.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian materi, Khrisma mengajak mahasiswa untuk selalu optimis dan memiliki perencanaan yang matang dalam menyambut masa depan.

“Kita sebagai manusia harus bersiap dengan skenario terbaik di masa depan, bukan terus berfokus pada persoalan-persoalan negatif” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Humas angkatan 2024 diharapkan dapat memahami pentingnya membangun hubungan internal yang baik dalam organisasi, mengembangkan pola pikir yang produktif, serta mempersiapkan diri dengan berbagai skenario terbaik untuk menghadapi masa depan.

Seminar ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan, dan mengasah kemampuan adaptasi sebagai bekal memasuki dunia profesional yang dinamis dan penuh tantangan.***

Baca Juga Berita Lainnya

Ten's Holiday